" DEDE YUSUF - LAKSAMANA , BEKERJA SEPENUH HATI"
Tampilkan postingan dengan label Advetorial. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Advetorial. Tampilkan semua postingan

Selasa, 30 Oktober 2012

KPU PURWAKARTA TETAPKAN 3 PASANGAN CALON BUPATI DAN WAKIL BUPATI PADA PEMILUKADA 2013.


MEDIA CENTRE – Dari empat pasangan bakal calon, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Purwarkarta berdasarkan Surat Keputusan Nomor : 33/Kpts/KPU-Kab. 011.329022/Pilbup/X/2012 tertanggal 29 Oktober 2012 menetapkan tiga pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Purwakarta, yang memenuni syarat pada Pemilihan Umum Bupati dan Wakil Bupati Purwakarta tahun 2013, demikian pengumuman Ketua KPU Purwakarta Deni Ahmad Haidar, Senin (29/10). Ketiga pasangan calon tersebut : 1.Pasangan Dedi Mulyadi, SH – Drs. Dadan Koswara, Msi yang diusung Partai Golkar, PDIP, Gerinda, Hanura dan PDP; 2. Pasangan Burhan Fuad, SE, MM – H.Onnie S. Sandi, SE yang diusung Partai Demokrat; 3. Pasangan Drs. Dudung B. Supardi, MSi – H. Yogie Muhamad,SE, MM yang diusung PAN, PPP dan PKS.

Senin, 27 Agustus 2012

DPC Partai Demokrat Purwakarta Membuka Pendaftaran

Image by Jatilhuronline


Sejak DPC Partai Demokrat Purwakarta membuka pendaftaran Calon Bupati/Wakil Bupati pada tanggal 25Agustus 2012, telah mendaftar beberapa orang yang merupakan kandidat dan tokoh yang cukup dikenal di masyarakat al ;

  1. H Onnie S Sandi SE
  2. Drs H Dudung B Supardi MM
  3. Burhan Fuad SE
  4. Zaenal Arifin
  5. Nanang Tajudin Nur
  6. Barkah Hidayat
  7. Nurhasanah, Ketua Fraksi Partai Demokrat Purwakarta
  8. Yanti
  9. H Egi H Suryo
  10. Dani Alwi
  11. Mastur

Nama-nama tersebut diatas, adalah nama yang pernah tampil dalam Pemilukada sebelumnya dan nama-nama baru, namun secara umum nama-nama tersebut sudah sering muncul dalam baligo, spanduk atau kegiatan sosial lainnya.

Baca Juga :



Senin, 04 Juni 2012

Anggota FPD-DPRD Kota Bekasi Resmikan Kantor RW Termegah



Anggota FPD-DPR-RI Parlindungan Hutabarat (kelima dari kanan) dan Anggota FPD-DPRD Kota Bekasi Ronny Hermawan (keempat dari kanan) diabadikan bersama saat peresmian Kantor RW termegah se-Indonesia. (bekasiraya)
Bekasi: Anggota Fraksi Partai Demokrat yang juga Ketua Komisi B DPRD Kota Bekasi, Ronny Hermawan, meresmikan kantor RW 23 Perumahan Villa Taman Kartini, Bekasi Timur, Kota Bekasi, Minggu, (3/6). Kantor RW tersebut merupakan kantor RW termegah se-Indonesia.
Ronny yang juga penasehat RW 23, mengatakan kantor RW tersebut dibangun dengan anggaran sebesar Rp260 juta, yang berasal dari APBD Rp100 juta, dan sisanya atas prakarsa masyarakat. Kantor RW tersebut terdiri dua lantai dibangun di atas lahan Fasos-Fasum seluas 270 meter persegi, dan sudah memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB).
“Ini merupakan kantor RW termegah di Kota Bekasi, anggarannya dari masyarakat dan bantuan APBD Kota Bekasi 2012,” kata Ronny.

Senin, 30 Januari 2012

Sebuah Ajakan untuk Masyarakat Purwakarta Oleh H Onnie S Sandi SE





MEMULAI INISIATIF , INISIATIF MEMULAI



Apa artinya karakter tanpa inisiatif ????

Kemakmuran, kemampuan dan keterjaminan ekonomi, kesamaan peluang dalam hak dan kewajiban, keterbukaan dan pelibatan, bagaimanapun bukan merupakan sebuah karakter, tetapi sebuah kondisi capaian yang hanya dapat ditempuh dengan mau melakukan insiatif.
Sebagai sebuah system kuantitatif dalam mana modal dan massa menjadi kunci utama, demokrasi diakui cenderung meminggirkan dimensi kualitas sehingga kerap menjadi lahan para avonturic, oportunis dan spekulan politik, walhasil…… derap otonomi daerah tersendat.
Paradigma pengembalian modal, politisasi birokrasi, pensiasatan pembangunan hanya pada bagian yang kelihatan demi pencitraan politik belaka, menandakan pemerintah daerah yang tidak berkaidah manajemen, acak-acakan,  semau-maunya, haus income dan abaikan outcome, inilah nyatanya karakter diluar feodalisme dan sikap korup yang memang laten dan maka itu tengah diupayakan diberantas pemimpin bangsa ini.
Maka, haruslah ada yang mengambil inisiatif. Akan menjadi ironi jika kita semua memelihara apatis. Perubahan tidaklah ada hanya dengan diam. Mari memulai, menancapkan kesadaran dan bersama-sama bertindak untuk daerah, hakiki kebebasan bangsa dalam konteks desentralisasi tersusun melalui optimalisasi dari bawah, dari daerah, terlebih bagi putera daerah yang lahir dan hidup besar didalamnya, berdiam diri, terlena oleh suap kecil dan tak peduli pada daerahnya sendiri, tentunya amat memalukan.